Tuesday, January 1, 2008
Es Teller 77 Mega Center Pekalongan

Pernahkah anda mengalami ketidak puasan dalam pelayanan sebuah restoran atau rumah makan?
pasti pernah meskipun hanya sekali, entah dari rasa masakan, pelayanan yang tidak memuasan atau harga yang tidak wajar.
Kemarin pada tanggal 31 Desember saya bersama 2 orang teman makan di tempat makan yang bernama "Es teller 77", saat itu teman saya memesan mie ayam pedas special dan nasi goreng tek tek dan saya sendiri memesan nasi goreng hongkong. menit berjalan satu pesanan teman saya m ie ayam sudah jadi, sekitar sepuluh menit kemudian nasi goreng tek tek pesanan teman saya yang satunya lagi juga sudah diantar, saya pikir mungkin saya harus menunggu 10 menit lagi untuk menunggu pesanan saya diantar, tapi apa yang terjadi di menit 40 menit saya pesan masakan saya belum juga diantar. Akhirnya saya menegur di pelayan untuk segera mengantar masakan pesaan saya dan akhirnya 5 menit kemudian baru pesanan saya diantar.
Apakah tidak terlalu berlebihan kalau saya harus menunggu 45menit untuk makanan yang menurut saya tidak terlalu enak untuk harga yang semahal itu? kurang lebih 15 ribu rupiah tiap porsi. Tapi akhirnya saya memakan juga nasi goreng hongkong pesanan saya tadi meski dengan hati sangat tidak enak.

Dan hari berikutnya saat makan siang saya diajak lagi untuk makan siang di es teler 77 karena tahun baru jadi masih banyak warung makan yang tutup, saat itu saya sangat marah waktu mendengar jawaban dari pelayan tentang keluhan saya. Kurang lebih begini dialog saya dengan si pelayan,
saya: "m saya pesan tidak pake' lama ya? masa tadi malam saya harus nunggu sampai 45 menit sampe pesanan datang"
pelayan 1: "mungkin rame bu' jadi lama" (dengan sedikit senyum)
saya: " tapi kenapa yang datang setelah saya pesanannya bisa datang lebih dulu?"
pelayan 2: "mungkin ibu pesannya lain sama yang lain jadi lama, kalo' ibu pesannya sama pasti bisa jadi lebih cepat, soalnya yang datang setelah ibu pesanannya ada yang sama"
saya : "o jadi kalo' pesennya ada yang sama di duluin?" (dengan nada aga' tinggi dan terkejut)
pelayan 2: "iya "
saya: "pelayanan yang aneh"
karna saya sudah terlanjur bayar mau tidak mau akhirnya saya makan disitu juga dengan mencoba melupakan kejadian tadi berharap masakan itu bisa terasa lebih enak tapi ternyata sama aja, masakan itu terasa tak lebih dari makanan pinggir jalan biasa (tidak istimewa untuk harga yang lebih mahal sekali lagi).

Dan sepertinya bisa dimungkinkan pesanan saya tidak akan diantar sampai ada orang lain yang memesan dengan pesanan yang sama dengan yang saya pesan sampai tempat makan Es Teler 77 itu tutup. Saya jadi semakin heran dengan jawaban yang diberikan oleh sipelayan Es Teler 77 tersebut.

Apakah memang seperti itu pelayanan sebuah restoran/ rumah makan yang sudah sebonafit Es teler 77? apa mungkin managemen salah memilih karyawan? atau seleksi karyawan yang kurang memenuhi kriteria sehingga bisa memperlakukan komsumen seperti itu?
banyak sekali pertanyaan yang inin saya tanyakan. Karena baru sekali ini saya mengalami hal seperti ini, jujur saya sangat terkejut (bisa dibilang shock). Yang saya tau juga di Solo ada Es teler 77 tapi tidak seperti ini pelayanan yang saya terima waktu itu. Memang saya tidak ahli dalam bidang pemasan, managemen atau semacamnya tapi paling tidak saya pernah sekolah dan setiap pelajaran yang saya terima selalu mengatakan bahwa "pembeli adalah raja" jadi kita harus bisa memperlakukannya dengan sangat baik dan hati hati. Tapi yang saya alami ini malah kebalikannya.

Apa merasa tidak takut kehilanggan komsumen karena merasa masih banyak konsumen yang masih mau makan di tempat itu?sampai detik ini saya masih tidak habis pikir kenapa seorang pelayan bisa menjawab seperti itu?

Meski kekesalan saya belum bisa hilang tapi saya hanya bisa menumpahkannya lewat blog pribadi saya ini. Dan semoga tidak ada komsumen lain yang mengalami kejadian serupa seperti yang saya alami, karena sangat menyakiti perasaan (kalau menurut saya)

Labels:

posted by Sumaya Tuginem @ 5:52 PM  
0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 
About Me


Name: Sumaya Tuginem
Home: Pekalongan City, Central Java, Indonesia
About Me: My name maya from small city in Indonesia.
See my complete profile

Previous Post
Archives
Links
Template by
Blogger Templates